23 May 2011

Wanita oh wanita..


Kriiiing…kriiing…kriiing…!!!
“Ayaaaaah..tolong angkat teleponnya” seorang ibu berteriak dari dapur sambil tangan kanannya membalik-balik masakan di wajan, sedangkan tangan kiri membuka tempat garam dan bumbu lainnya.
Sang ayah sepertinya tak mendengar panggilan istrinya, matanya terpaku melihat layar berwarna 21 inch di depannya.
Kriiiing…kriiing…kriiing…!!!
“Yaaah..? si ibu kembali memanggil, sekarang sambil mengambil sendok dan mencicipi masakannya..
“Ibuuuuu…ade mau digendooong!” tiba-tiba anak terkecil si ibu berumur 4 tahun sudah berada dekat si ibu dengan muka merengut dan hampir menangis. Si ibu meliriknya sebentar dan langsung menggendong si ade di tangan kirinya, sedang tangan kanannya tetap menari-nari di atas wajan.
Kriiiing…kriiing…kriiing…!!!
“Ayaaaah….????“ si ibu kembali berteriak pelan.
Sang ayah tidak menghampiri pesawat telepon tapi membuka mulutnya sambil mengepalkan tangannya ke udara “halah…gagal lagi deh si Messi masukin bola..payah!”
Kriiiing…kriiing…kriiing…!!!
Setelah mengecilkan api di kompor sang ibu akhirnya menghampiri telepon
“Hallo Assalamu’alaikum..” dibawanya telepon ke dapur. Dengan menggendong si ade sambil mengepit telepon di telinga kirinya, sementara tangannya sibuk memasak.


Apakah episode itu termasuk yang pernah atau sering kita lalui di keseharian kita? Hahaha…Jangan khawatir temans, ternyata memang begitulah kelebihan wanita atau seorang ibu pada umumnya. Seorang wanita ternyata telah diciptakan dengan kelebihan-kelebihan pada dirinya yang tidak dimiliki seorang pria.
Dialog di atas membuktikan bahwa wanita bisa mengerjakan pekerjaan dalam satu waktu, mereka memaksimalkan multitasking-nya, menggendong si kecil, sembari memasak dan menelopon, bahkan sambil menyaksikan sinetron favorit di televisi. Sementara kaum pria atau bapak, jangan heran kalau mereka tidak mendengarkan panggilan kita ketika tengah menyimak pertandingan bola dari klub favorit atau tengah menyaksikan film kesayangan di televisi.

Kemampuan wanita tersebut disebut multitasking. Menurut Wikipedia Multitasking berarti melakukan pekerjaan yang berbeda secara realtime dan bersamaan dalam satu perangkat. Ups…maaf temans itu definisi dalam dunia komputer..oke multitasking adalah kemampuan mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Hm..sekarang timbul pertanyaan kenapa wanita bisa multitasking? Ternyata ini berhubungan hasil riset yang menyatakan perbedaan otak pria dan wanita yang mengungkapkan bahwa otak wanita lebih kecil dari pria tapi memiliki lebih banyak koneksi antara dua belahan otak. Tetapi daerah di antaranya (corpus collosum) lebih besar 25% dibandingkan pada pria dan berkembang pada wanita dan memungkinkan dua belahan itu lebih mudah bekerja sama. 
Otak Wanita bekerja seperti ini - informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar dalam otaknya. Dan ini nggak akan berhenti sampe dia bisa mencurahkan isi otaknya alias curhat. Oleh sebab itu, kalo Wanita bicara, tujuannya adalah untuk mengeluarkan uneg-unegnya, bukan untuk mencari kesimpulan atau solusi.
Bila otak pria hanya menggunakan belahan otak kanan, otak perempuan bisa memaksimalkan keduanya. Itulah mengapa perempuan lebih banyak bicara ketimbang pria. Dalam sebuah penelitian disebutkan, perempuan menggunakan sekitar 20.000 kosakata per hari, sementara pria hanya 7.000 kata. Selain itu wanita mampu mendengar lebih baik dibandingkan pria dan memiliki ketajaman mata yang luar biasa.
Jadi jangan heran kalau para pria mencari suatu barang lebih banyak nggak ketemu dibanding wanita yang mempunyai ketajaman mata yang luar biasa. Katanya, wanita tanpa menoleh pun bisa mengetahui ada lak-laki tampan di dekatnya karena pandangannya 180 derajat, sedangkan pria harus menoleh terlebih dahulu untuk melihat seorang wanita cantik!..hahahaha..

Selain itu beberapa yang membedakan antara pria dan wanita adalah
(1) Perbedaan spasial pada laki-laki otak cenderung berkembang dan memiliki spasial yang lebih kompleks seperti kemampuan perancangan mekanis, pengukuran penentuan arah abstraksi, dan manipulasi benda-benda fisik. Tak heran jika laki-laki suka sekali mengutak-atik kendaraan
(2) Perbedaan bahan kimia; otak wanita lebih banyak mengandung serotonin yang membuatnya bersikap tenang. Tak aneh jika wanita lebih kalem ketika menanggapi ancaman yang melibatkan fisik, sedangkan laki-laki lebih cepat naik pitam. Selain itu, otak wanita juga memiliki oksitosin, yaitu zat yang mengikat manusia dengan manusia lain atau dengan benda lebih banyak. Dua hal ini mempengaruhi kecenderungan biologis otak pria untuk tidak bertindak lebih dahulu ketimbang bicara. Ini berbeda dengan perempua,
(3) Memori lebih kecil; pusat memori (hippocampus) pada otak wanita lebih besar ketimbang pada otak pria. Ini bisa menjawab pertanyaan kenapa bila laki-laki mudah lupa, sementara wanita bisa mengingat segala detail dapat menjelaskan mengapa wanita lebih ahli dalam menguasai bahasa.
Setelah menyimak fakta-fakta di atas, apakah ada sesuatu yang berubah dalam pikiran kita sebagai wanita? Bagi saya “YA”, ternyata kekesalan kita terhadap pria dalam hal-hal kecil tidak terlepas dari kenyataan bahwa pria diciptakan berbeda dengan wanita dan itu harus kita sadari dan pahami sebagai suatu kewajaran dan tidak perlu menjadi bahan pertengkaran.
Bagaimana dengan memaksimalkan multitasking wanita pekerja (seperti aku ehem)?. Ternyata wanita pekerja otomatis sangat multitasking, karena selain mengerjakan tetek bengek pekerjaan di rumah pasti juga harus mengerjakannya di tempat kerjanya. Padahal wanita pekerja dituntut bekerja secara profesional. Nah ada beberapa resep dan trik dari pembicara untuk wanita pekerja (lagi-lagi seperti saya..duh..) agar kita sebagai wanita pekerja bisa bekerja secara profesional, dan lebih penting lagi berkarakter sehingga disegani dan dihormati rekan-rekan kerja kita. Ayo kita simak:
1. Sebagai wanita pekerja, ketika dihadapkan pada suatu masalah janganlah menyalahkan situasi yang terjadi dengan menyalahkan membabi buta baik situasi atau rekan kerja kita tetapi bersikap wise dan berusaha menganalisis masalah yang ada untuk menemukan solusi bersama. Yang ini terlalu serius ya..hehe..
2. Menyambut hari-harinya dengan antusias baik di rumah maupun di tempat kerja. Di tempat kerja mulailah dengan menyapa terlebih dahulu sebelum disapa oleh orang rekan kerja kita baik itu atasan atau bawahan
3. Cobalah berolahraga teratur, membiasakan pola makan dan pola hidup sehat
4. Menciptakan kontempelasi dan menjalankan ibadah, dalam hal ini penting sekali sholat tepat waktu, karena selain melatih kedisiplinan juga menghargai waktu.
5. Selalu menambah wawasan dan keterampilan (iqro) dengan “membaca”. Membaca dalam arti membaca apapun untuk menambah wawasan kita, baik yang tercetak, elektronik maupun “membaca” keagungan Allah yang kita rasakan. You are what you read!!
6. Meningkatkan kemampuan membina hubungan antar manusia yaitu dengan cara meningkatkan juga mengembangkan jejearing sosial, mengasah empati terhadap orang lain, dan yang terpenting adalah “self control, mengontrol dan menjaga emosi kita sehingga tidak terlihat tenang walaupun mungkin kita tengah dalam persoalan.

Nah, bagaimana temans, apakah sekarang lebih bersemangat menjalani hari-hari kita ke depan setelah kita mengetahui bahwa wanita ternyata “lain” dibanding pria dan kita harus bangga karenanya?
Ada satu hal yang terlupakan. Ada saat dimana pria juga bisa ber” multitasking”. Kapankah itu? Pada saat tidur! karena pada saat itu dia bisa tidur sambil mengorok-mengguman ga jelas, mengeluarkan sesuatu dari mulutnya (maaf)-melongo dan menendang (mimpi main silat mungkin)...hahaha…what a multitasking!

Notes: catatan ini hasil penulis mengikuti seminar pemberdayaan perempuan yang diadakan oleh KORPRI Kementerian Pertanian di Bogor, dan dari beberapa sumber untuk melengkapi (maklum kadang hanya direkam di otak kanan saja). Sedikit intermezo saja, sebenarnya saya sedikit keberatan dengan istilah “pemberdayaan wanita”, kesannya sepertinya kita sebagai wanita sampai saat ini “tidak berdaya” sehingga harus “diberdayakan”?

Sumber:
http://haxims.blogspot.com/2009/12/perbedaan-otak-pria-dan-otak-wanita.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Multitasking
http://hiburan.kompasiana.com/group/humor/2010/04/09/wanita-dan-multitasking/

10 December 2009

Ada yang kosong di kertas kehidupan anakku..

Ada yang kosong di kertas kehidupan anakku..baru aku disadari itu. Saat menatap wajah anak-anakku yang terlelap di pembaringannya yang nyaman, aku menerawang membayangkan apa yang telah anakku lakukan seharian tadi. Di saat aku sibuk bekerja dari pagi sampai senja hari, aku tak tahu apa saja yang telah mereka lalui seharian, aku tidak sempat merekam apa yang mereka percakapkan dengan pengasuhnya, aku tidak sempat melihat tingkah polah lucunya yang baru-- kecuali cerita yg tak lengkap-- dari pengasuhnya.
Baru aku sadari..ada yang kosong di kertas kehidupan anakku..kosong karena saat aku tak di sisinya banyak kertas tak terisi, tak ditulis, tak di gambar, tak dicoret oleh kasih sayang dan mahabbah ibunya, mungkin selembar, dua lembar atau bahkan berlembar-lembar..??
Ada kertas kosong di kertas kehidupan anakku..duh Gusti Allah, Engkau Maha Tahu dan Maha segalanya, Kutitipkan anak-anakku hanya pada-MU. Hanya Engkau yang mengerti kemampuan hamba-Mu ini.
Aku ingin menjadi seorang ibu yang baik, yang selalu  mengisi kertas-kertas kehidupannya dengan kebaikan, contoh teladan, tutur lemah lembut dan kasih sayang yang meluap tiada batas.
Aku ingin menjadi seorang ibu yang membanggakan anak-anaknya dengan kesan-kesan yang indah setelah mereka dewasa nanti. Aku ingin menjadi ibu yang sabar dan penyayang bagi anak-anakku.
Apakah ini dilema semua ibu-ibu pekerja sepertiku? yang berterbangan mencari nafkah dan kepuasan dari pagi sampai petang..kembali keperaduan setelah anak-anakknya juga telah lelah dan mengantuk?
Ya Allah..ada yang kosong di kertas kehidupan anakku dan anak-anak yang lain yang mungkin berjuta jumlahnya..
Maafkan ibumu ini anakku sayang, tak akan kubiarkan kertas itu kosong lagi nak. Ibu akan berusaha mengisinya sepenuh mungkin, semeriah mungkin, seberwarna mungkin, seindah mungkin, sebagus mungkin, sehingga kelak kau dewasa..yang terpatri di benakmu hanya kenangan manis bersama ibumu dan orang-orang yang mengasihimu...Ibu sangat mencintamu..


Untuk kebiadaban Zionis Israel..puisi ini kepersembahkan...

Walau kau bungkam suara adzan
Walau kau gusur rumah-rumah Tuhan
Aku rumputan..takkan berhenti sembahyang
INNA SHALATI WA NUSUKI WA MAHYAAYA WA MAMATI LILLAHI RABBIL ALAMIN
Topan menyapu luas padang
Tubuhku bergoyang-goyang
Tapi tetap teguh dalam sembahyang
Akarku yang menggurat di bumi
Tak berhenti mengucap shalawat Nabi
Sembahyangku sembahyang rumputan
Sembahyang penyebaran jiwa dan badan
Yang rindu berbaring di pangkuan Tuhan
Sembahyangku sembahyang rumputan
Sembahyang penyerahan habis-habisan
Walau kau tebang aku
Akan segera tumbuh sebagai rumput baru
Walau kau bakar daun-daunku
Akan bersemi melebihi dulu
Aku rumputan
Kekasih Tuhan
Di kota-kota disingkirkan alam memelihara subur di hutan
Aku rumputan tak pernah lupa sembahyang
INNA SHALATI WA NUSUKI WA MAHYAAYA WA MAMATI LILLAHI RABBIL ALAMIN
Pada kambing dan kerbau daun-daun kupersembahkan
Pada tanah akar aku pertahankan
Agar tak kehilangan asal keberadaan
Di bumi terendah aku berada
Menggetarkan jagad raya
LA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADAR RASULALLAH
Aku rumputan
Kekasih Tuhan
Seluruh diriku
Adalah sembahyang

(Sembahyang rumputan: Ahmadun Y. Herfanda)

Gempa dan "Gempa" pelantikan wakil rakyat dan "Gempa" tiket pesawat

Gempa di Sumatera Barat dan Jambi masih menyisakan duka nestapa tiada terperi bagi yang terkena musibah, kerabat dan orang2 yang masih mempunyai empati terhadap saudaranya yang terkena musibah besar ini.  Masih banyak koraban yang tertimbun yang belum mendapat pertolongan. Jeritan mereka makin hari makin lemah dan akhirnya tak terdengar. Tetes-tetes airmataku saat menyaksikan peristiwa itu rasanya tak sebanding dengan kepedihan mereka yang kehilangan sanak saudaranya.

Tapi "gempa" lain dalam waktu yang hampir bersamaan terjadi di Jakarta. Pelantikkan 'wakil rakyat' yang menghabiskan dana 11 milyar rupiah (KPU), Setjen DPR menyiapkan Rp26,5 miliar, dan Setjen DPD menganggarkan Rp6,6 miliar!. Sebelum dilantik mereka diberikan 'bekal' 3 hari disertai menginap di hotel mewah di mana pembekalan ini berisi ceramah2 umum dan makan-makan. Tentu saja tidak hanya itu, pakaian mereka, jaket dan akomodasi, 8.000 personel kepolisian dari Kepolisian Daerah Metro Jaya, tentu disertai dengan anggaran yang cukup telah disediakan.serta tetek bengek lain berasal dari uang rakyat sudah disediakan dengan  mewah, walaupun kenyataannya hanya seperempat ruangan yang terisi karena kebanyakan wakil rakyat hanya mondar-mandir di lobi hotel, foto-foto, ngobrol dan tidur.

"Gempa" kecil lainnya adalah naiknya harga tiket pesawat menuju Padang dan sekitarnya sampai 3 kali lipat jumlahnya? Itupun sulit diperoleh, bahkan mereka harus sabar menunggu padahal sanak saudara mereka di Padang belum ketahuan nasibnya.

Sebenarnya kemana empati terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah?Tidakkah ini merupakan ironi bangsa kita..dengan tanpa merasa bersalah menghambur-hamburkan uang rakyat sementara saudara kita sudah tak berdaya nun jauh disana. Apakah wakil rakyat bisa sedikiiit saja lebih bersahaja, sehingga tak perlulah biaya yang jor-joran hanya untuk pelantikan?

Lalu..harga tiket pesawat yang sangat tinggi itu..Ya Allah..tidakkah mereka mempunyai kepekaan dan empati pada saudaranya yang nestapa?padahal di luar negeri tiket pesawat ke tujuan musibah malahan digratiskan?

Rasanya benar apa yang dikatakan Emha Ainun Nadjib dalam pusinya..ini adalah
....mereka tinggal di kepulauan mutiara..Di negeri amat kaya raya yang aneh..Di dalamnya terdapat orang terkaya di dunia sekaligus orang termiskin di dunia...Di negeri yang paling kaya kemungkinan untuk berpura-pura. Negeri dimana penindas dipuja-puja dan pahlawan diejek hingga putus asa.
Negeri dimana kebiakan dan kejahatan bisa dirakit menjadi satu bentuk keselarasan. Di mana orang yang diperkosa malah tertawa..Di mana ketidakjujuran dipelihara bersama..Di mana agama tidak mengatur manusia melainkan diatur manusia..Di mana masyarakatnya hidup rukun dan penuh maaf.
Jika seseorang kelaparan, tetangganya bingung memanfaatkan uang, jika seseorang sakit jiwa karena selalu gagal memperoleh pekerjaan, tetangganya sibuk menyiapkan lomba siul dan betis indah
Jika beribu penduduk suatu perkampungan diusir oleh pembangunan, orang lain mendiskusikan bagaimana memahami tuyul. Jika sekumpulan manusia diberondong peluru, orang lain bingung ganti mobil baru dan jembatan
Yang satunya tertawa dala kesedihan..luar biasa! Siapa yang mengarang? Tuhan tak pernah mentakdirkan model masyarakat yang demikian. Sesudah penciptaan, Tuhan menganugerahkan kemerdekaan kepada manusia. Namun rupanya manusia memahami kemerdekaan hanya melalui pintu hak. Manusia tidak belajar mendengarkan ucapan Tuhan yang memancar pada tradisi alam, hukum jagat raya serta diri sendiri
Mereka tidak bisa paham bahwa manusia adalah ucapan Tuhan
Mereka merebut manusia dari hakikatnya
Di awang awung, terpantul hati kecil manusia, jiwa sejati kehidupan yang di muka bumi hamper tak boleh bersemayam…
(dicuplik dari :Di awang awung.. Lautan Jilbab karya Emha Ainun Nadjib)

Ya Allah..maafkanlah hambamu yang hanya bisa mengumpulkan receh-receh dan doa untuk saudaraku di sana, ampunkanlah hamba karena hanya ini yang hamba bisa. Engkaulah maha pembolak-balik hati..balikkanlah hati mereka yang tamak akan dunia dan bersihkanlah hati dan kembalikkan mereka pada sejatinya jiwa mereka, amin ya Rabbal alamin...